Pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) dan Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas digelar pada Selasa (19/5/2026) di Pendopo Si Panji.
Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru Gerakan Pramuka Banyumas untuk masa bakti 2026–2031. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dilantik sebagai Ketua Mabicab, sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie dilantik sebagai Ketua Kwarcab.
Dalam sambutannya, Bupati Sadewo menyampaikan sejumlah prestasi dari Gerakan Pramuka Banyumas. Salah satunya adalah Kwarcab Banyumas yang tercatat berhasil mempertahankan predikat Kwarcab Tergiat Se-Jawa Tengah selama 35 kali berturut-turut.
“Hal ini tentu bukan capaian yang sederhana, dibutuhkan konsistensi, kekompakan, dan kerja keras seluruh jajaran pengurus, pembina, pelatih, hingga gugus depan di seluruh Banyumas,” ujarnya.
Selain predikat tergiat, Banyumas juga mencatat keberhasilan pembinaan Pramuka Garuda yang telah mencapai lebih dari 41.000 anggota, bahkan meraih Rekor MURI atas pelantikan Pramuka Garuda terbanyak pada tahun lalu.
Saat ini Banyumas memiliki 19 Satuan Karya, beberapa di antaranya menjadi pionir di tingkat Kwarda Jawa Tengah, yakni Saka Pustaka Dinarpusda, Saka Anti Narkoba BNN Kabupaten Banyumas, dan Saka Tangguh Bencana BPBD Kabupaten Banyumas.
Ia berpesan kepada seluruh pengurus yang dilantik untuk menjaga amanah yang diberikan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian agar seluruh program nantinya dapat berjalan selaras dan memberikan hasil yang nyata.
“Jadikan kepengurusan ini sebagai ruang untuk bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda khususnya Banyumas,” pesannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., turut memberikan apresiasi atas capaian Gerakan Pramuka Banyumas.
Ia menyebutkan bahwa anggaran Pemkab Banyumas untuk Gerakan Pramuka merupakan yang terbesar di Jawa Tengah, serta mengapresiasi proses pembangunan sanggar Kwarcab yang tengah berjalan. Menurutnya, jika diselesaikan dengan baik, sanggar tersebut dapat menjadi contoh pusat pendidikan kepramukaan yang memiliki fasilitas memadai.
Ia juga mendorong agar Bumi Perkemahan Kendalisada ke depan tidak hanya menjadi tempat pelatihan dan perkemahan, tetapi bertransformasi menjadi pusat inovasi Pramuka dan laboratorium untuk pendidikan karakter pemuda sehingga berbagai macam organisasi yang bergerak dalam pengembangan kepemudaan dapat menggunakannya juga.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pembina dan pengurus untuk menyesuaikan metode pendidikan kepramukaan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Alpha.
“Tugas kita adalah meramu sehingga metodologi pendidikan kepramukaan ini sesuai dengan selera dan kesenangan, ketertarikan mereka, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai yang harus ditanamkan,” ucapnya.







