Pemkab Banyumas Resmikan Revitalisasi 34 Satuan Pendidikan, Dorong Transformasi Dan Pemerataan Akses Pendidikan

Pemerintah Kabupaten Banyumas meresmikan program revitalisasi 34 satuan pendidikan yang berlangsung di Pendopo Si Panji, Purwokerto pada hari Sabtu (25/4/2026). Peresmian ini dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus pemerataan akses bagi masyarakat.

Program revitalisasi ini merupakan kelanjutan dari tahun 2025 yang telah menyasar puluhan sekolah di Banyumas dan sekitarnya. Pada tahap ini, revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK, dengan fokus pada rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang baru, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, toilet, dan sarana sanitasi. Seluruh kegiatan didanai melalui APBN dan dilaksanakan secara swakelola, sehingga turut mendorong partisipasi masyarakat serta penyerapan tenaga kerja lokal.

Berita Lainnya

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan pendidikan di daerah. Ia menegaskan bahwa kebutuhan perbaikan sekolah di Banyumas masih cukup besar. Pada tahun 2026, Pemkab Banyumas mengusulkan perbaikan terhadap 140 sekolah dasar dan 25 SMP sederajat, serta 12 sekolah terdampak bencana, di mana empat di antaranya akan segera direalisasikan.

“Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkeadilan, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Banyumas,” ujar Sadewo.

Selain pembangunan fisik, Pemkab Banyumas juga meluncurkan program pendukung berupa bus sekolah gratis bagi siswa dan guru. Program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan pelajar dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan secara optimal, khususnya perangkat digital seperti papan interaktif (interactive flat panel/IFP). Ia mengingatkan agar fasilitas tersebut digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk mendukung proses pembelajaran.

“Semua sarana dan prasarana yang sudah diterima harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan,” tegasnya.

Menteri Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun dalam APBN 2026 untuk program revitalisasi sekolah dengan target 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah tengah mengajukan tambahan anggaran untuk memperluas cakupan hingga mencapai 71.744 satuan pendidikan.

Prioritas program ini meliputi sekolah terdampak bencana, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi kerusakan berat. Banyumas diharapkan dapat kembali menjadi salah satu daerah penerima manfaat program tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti, mengingatkan pentingnya pemanfaatan fasilitas pendidikan secara tepat guna, khususnya perangkat digital seperti papan interaktif.

“Saya titip pesan, semua sarana dan prasarana yang sudah diterima Bapak-Ibu sekalian dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan pemerintah harus benar-benar digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar.

“Tolong dimanfaatkan semua sarana-prasarana sebagaimana maksud dan tujuan Bapak Presiden, yaitu untuk meningkatkan mutu pembelajaran, meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.

Ke depan, program revitalisasi dan digitalisasi sekolah akan terus dilanjutkan. Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran besar pada tahun 2026 untuk menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk di Banyumas. Dengan langkah ini, diharapkan semakin banyak siswa yang dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas.

Pos terkait